Kaderisasi Tidak Sebatas Pelatihan

Ditulis Oleh Administrator Karawang
Friday, 05 September 2008

Wakil Ketua MPR RI , AM. Fatwa mengatakan bahwa kaderisasi pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII) hendaknya tidak hanya sebatas pelatihan belaka, melainkan harus disertai penerapannya di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat Pelantikan Pengurus Daerah (PD) PII Kabupaten Karawang Periode 2008 – 2009 di Graha Pemuda Karang Pawitan, Karawang, Rabu (3/9).

Lebih lanjut, AM. Fatwa mengatakan bahwa para kader PII harus dapat menempatkan harapan dan cita-cita yang tinggi, yaitu jangan hanya menjadi pemimpin umat di lingkungannya sendiri, melainkan harus mampu menjadi pemimpin umat di tingkat nasional bahkan internasional. “Jadi kader PII jangan hanya merasa benar dan hebat di kandangnya sendiri,” imbuhnya.AM Fatwa menambahkan bahwa dalam menjadi pemimpin pun, seorang kader PII harus dapat menjadi pemimpin yang dapat mensejahterakan rakyat, jangan hanya bisa menghamburkan uang untuk menjadi pemimpin. Hal ini telah menjadi fenomena di Indonesia dimana orang-orang menghabiskan ratusan miliar untuk dapat menjadi seorang pemimpin.

AM Fatwa sendiri menilai, keberadaan PII di dalam birokrasi jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Namun demikian, tidak sedikit kader PII yang terjun ke dunia politik menjadi politisi seperti dirinya. Untuk itu, meskipun ada kader PII yang terjun ke dunia politik, hendaknya kader PII tidak melupakan pentingnya pendidikan. Walaupun banyak politisi yang berhasil sukses tanpa memiliki pendidikan yang tinggi seperti halnya Megawati yang hanya lulusan SMA. AM Fatwa berharap kader PII tidak melupakan pendidikan. “Kedua-duanya haruslah berjalan seimbang,” tambahnya.

Ketua Pengurus Wilayah (PW) PII Jakarta Raya, Basori, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan sejumlah terobosan baru, khususnya dalam upaya peremajaan kader-kader PII. “Alhamdulillah saat ini kita telah melakukan sejumlah terobosan baru, salah satunya adalah dengan membangun kaderisasi dari mulai umur pelajar setingkat SLTP,” jelasnya.

Basori menambahkan bahwa keberadaan PII saat ini mengesankan sebagai era politik. Padahal PII lebih mengidentikkan diri untuk bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Melalui bidang ini, PII ingin menelurkan kader-kader di bidang pendidikan dan seni budaya. “Sudah cukup banyak kader PII di politik, tapi ke depan kami ingin munculkan pula Taufik-Taufik Ismail baru,” ujarnya merujuk kepada Taufik Ismail, salah satu sastrawan terbaik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia .

Ketua PD PII Kabupaten Karawang yang baru dilantik, Muhammad Arisendi, mengatakan bahwa kader PII Kabupaten Karawang saat ini berjumlah 13 orang, dan saat ini sedang berjuang untuk menciptakan generasi pemimpin-pemimpin yang lebih baik lagi. Sehingga visi Indonesia akan sejajar dengan Negara-negara besar di dunia pada tahun 2030 dapat tercapai. “Tentunya dengan catatan para pemuda ikut serta memikirkan nasib bangsa kita,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan, Sofyan Kamal mengatakan bahwa PII akan melaksanakan rangkaian kegiatan terpadu. Hal ini diawali dengan kampanye minat baca yang ditandai dengan long march dari Masjid Al-Jihad hingga bundaran Mega M kemarin (2/8), Advancce Leadership Training (ALT) tingkat nasional 3 – 10 September 2008, Pendidikan Instruktur Dasar (PID) Tingkat nasional 11 – 13 September 2008, Intermediate Leadership Training (ILT) tingkat Jabotabek dan Purwasuka, serta Basic Leadership Training (BLT) Tingkat Jabotabek dan Purwasuka.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.