| Fatwa: Kandidat Harus Legawa |
| Thursday, 22 November 2007 | |
| Wakil Ketua MPR RI, AM Fatwa meminta pendukung beserta kandidat gubernur harus menerima hasil pilkada dengan legawa apapun hasilnya.
Dia menilai KPUD Sulsel cukup tegas dalam pelaksanaan Pilkada, sehingga masalah-masalah yang timbul bisa dieliminir. Hal ini berdampak positif pada citra Sulsel karena Pilkada menjadi sorotan nasional. “Kalaupun ada gugatan dengan memanfaatkan celah hukum, harus tetap berpegang pada koridor dengan menghindarkan tindakan yang tidak sehat, dengan menerima apapun keputusan yang akan dijatuhkan Mahkamah Agung,” ungkap AM Fatwa kepada wartawan di Hotel Sahid Jaya Makassar,kemarin. Menurut politikus PAN ini, sikap ini penting untuk mengantisipasi adanya gejala kurang sehat pascapilkada.Apalagi, indikasinya mengarah pada halhal negatif, misalnya dengan menyampaikan bentuk dukungan dengan melakukan aksi demonstrasi.”Ucapan selamat Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Syahrul Yasin Limpo patut digarisbawahi sebagai bentuk pengakuan,” paparnya. Berkaitan dengan adanya keresahan sejumlah pejabat pasca terpilihnya Syahrul Yasin Limpo sebagai gubernur terpilih, AM Fatwa mengatakan,dirinya telah meminta kepada Syahrul untuk memberikan jaminan kepada birokrat yang secara terang-terangan, ataupun secara sembunyi-sembunyi mendukung Amin Syam agar tidak dilakukan mutasi. ”Syahrul sudah memberikan jaminan kepada saya agar tidak ada mutasi. Setidaknya hal tersebut akan dilihat dalam 100 hari, dimana akan dinilai siapa-siapa saja yang benar-benar serius untuk menjalankan program yang dicanangkan,” ujarnya. Menurut dia, kemenangan PAN di Sulsel sangat menguntungkan secara politis dan moral politik. Namun, dia mengaku, dalam hal ini PAN tidak akan meminta imbalan dengan menempatkan kadernya dalam pemerintahan. AM Fatwa menambahkan, hal tersebut harus dilakukan dengan profesional. ”Koalisi di Sulsel ini tidak akan menjadi koalisi permanen dalam pelaksanaan Pilkada selanjutnya,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel, Nasran Mone mengimbau kepada seluruh kadernya untuk dapat berlapang dada menerima kekalahan Golkar pada Pilkada Gubernur 2007. Menurut Nasran, kekalahan partai adalah hal yang biasa dalam berdemokrasi. Selaku partai yang sudah mapan dan partai yang menjunjung demokrasi, pihaknya mengharapkan kekalahan tersebut menjadi sebuah pelajaran untuk tetap melakukan instropeksi diri di internal partai. ”Kerja politik itu panjang, bukan hanya hari ini saja. Dan dengan instropeksi, pihaknya berharap partai golkar dapat memenangkan pertarungan yang akan ada di depan, nantinya,” kata Nasran, seusai mengikuti sidang paripurna, kemarin. Sebagai ketua AMPG Sulsel, pihaknya berterima kasih kepada semua kadernya dari semua jenjang, baik yang ada di tingkat II, tingkat kecamatan, dan yang ada di tingkat kelurahan, atas kerjasamanya yang sudah dilakukan selama ini.Meskipun pada kenyataannya, semua kader harus menerima kekalahan tersebut. Dan kalau ada masalah nantinya, sepenuhnya harus mengembalikannya kepada hukum yang berlaku. (abriandi/haryuna rahman – si) |
