AM Fatwa Kunjungi Jafar Umar Thalib

KOMPAS, Jumat, 10 Mei 2002, 16:55 WIB

Laporan : Lily Bertha Kartika

Jakarta, KCM

Wakil Ketua DPR RI AM Fatwa menyatakan dirinya siap apabila diperlukan untuk menjamin pembebasan Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib. Hal ini dikemukakan Fatwa usai menjenguk Jafar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/5).

Kepada wartawan, Fatwa menjelaskan kedatangannya dalam kapasitas sebagai wakil rakyat untuk mempertanyakan bagaimana perlakuan pihak Polri terhadap Jafar Umar selama dalam tahanan. “Kalau dilihat dari segi agama, seperti juga saya yang pernah mengalami selama belasan tahun, ini kan namanya musibah, sehingga wajib dijenguk,” ujarnya.

Menurut Fatwa, Jafar merupakan salah satu orang penting yang sedang terkena musibah, oleh karena itu menggembirakan orang yang sedang kena musibah wajib hukumnya.

Ketika ditanya, apakah kedatangan Wapres Hamzah Haz menjenguk Jafar beberapa waktu lalu merupakan salah bentuk intervensi, Fatwa mengemukakan secara langsung tentu tidak mungkin, tetapi orang bisa memberikan penafsiran seperti itu. “Tetapi saya sebagai wakil rakyat tidak bisa diartikan seperti itu (melakukan intervensi). Kalau wapres itu kan pemerintah, jadi bisa mengundang kontroversi. Jafar itu pemimpin di masyarakat yang saat ini menjadi fenomena tersendiri, karena menjadi pertanyaan berbagai pihak, baik dirinya maupun Laskar Jihad,” paparnya.

Pada kesempatan itu, AM Fatwa yang datang bersama Tamsil Linrung menyatakan dirinya berharap Jafar Umar Thalib bisa diberikan penangguhan penahanan, sebab ia yakin Jafar tidak akan lari atau menyembunyikan alat bukti. “Saya bersedia menjadi jaminan bagi Jafar Umar kalau diperlukan,” tegasnya.

Menurutnya, sebenarnya masalah ini disederhanakan saja, yaitu kalau memang memerlukan keterangan Jafar Umar, polisi cukup memanggil saja dan tidak perlu menahan yang bersangkutan.

Tatkala ditanya, apakah dirinya melihat ada unsur provokasi dalam pidato Jafar Umar, AM Fatwa mengaku belum mempelajari pidato Jafar. “Tetapi saya dengar dari orang-orang membacanya, tidak ada yang sifatnya penghinaan dari pidato itu, hanya banyak yang mengkritik Amerika,” tandasnya.

Sedangkan Tamsil Linrung yang ditanya wartawan, dengan tegas menyatakan dirinya sangat bersedia apabila dikehendaki sebagai penjamin pembebasan Jafar Umar. Sampai saat ini, mereka yang bersedia menjadi penjamin pembebasan Jafar Umar selain Fatwa dan Tamsil Linrung adalah Habib Rizieq dan Abubakar Baasyir.

Sebelum Fatwa tiba, Jafar dijenguk puluhan anggota DWP PPP yang dipimpin Plth Wakil Ketua DPW PPP, Azwar Abbas. Dalam pernyataan sikapnya secara tertulis, mereka mendesak lima hal kepada Mabes Polri, yaitu meminta Mabes Polri memberikan penangguhan penahanan sesuai hak-hak tersangka dengan asas praduga tidak bersalah.

DPW PPP juga mendesak Polri agar profesional dan proporsional dalam menangani konflik Ambon serta segera menindak dan membubarkan FKM/RMS yang telah menimbulkan kekacauan di Ambon. Selain itu mereka juga menghimbau umat Islam dan Nasrani di Ambon tidak terpengaruh provokasi pihak-pihak yang memecah belah yang dilakukan RMS. Terakhir, mereka mengimbau TNI/Polri dalam menyelesaikan konflik di Ambon tidak terpecah untuk kepentingan kelompok yang bertikai. (ima)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.