Rabu, 17 Juni 2009
A.M. FATWA, Wakil Ketua MPR RI mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di bidang Pendidikan Luar Sekolah Selasa (16/6) kemarin. Fatwa, menurut promoter Prof Dr Hafid Abas, dinilai tepat mendapatkan gelar itu karena aktivitasnya selama ini. Dalam pidato yang cukup panjang, A.M Fatwa sempat mengkritik perilaku elite politik yang tak mencerminkan kenegarawanan. Ia berharap peta perpolitikan masa kini segera diubah.
�Persepsi bahwa politik itu ranah kotor, kejam, penuh intrik, dan tak ada perjuangan selain untuk kekuasaan, harus segera diakhiri melalui keteladanan kalangan elite politik serta kehendak semua masyarakat,� katanya dalam acara yang juga dihadiri Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla dan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Mahfud MD.
Tanpa itu, kata Fatwa, agenda kenegaraan akan stagnan karena masing-masing sibuk mengejar kepentingan individu dan kelompoknya saja.
�Cara-cara distortif tersebut masih terlihat sampai saat ini ketika para elite politik lebih mengedepankan kepentingan kelompok dan dirinya sendiri dengan berlindung atas nama rakyat,� katanya. Para elite politik sibuk mengejar kepentingan kelompok bahkan personal dengan menggunakan cara-cara yang jauh dari kehendak rakyat.
Menurut Fatwa, perilaku elite politik semacam ini harus segera diakhiri dan mengacu pada sikap politik yang beretika dan mengedepankan kepentingan rakyat.
Sedang Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutan singkatnya sangat menghargai upaya UNJ memberi anugerah gelar doctor untuk A.M. Fatwa. �Saya tahu A.M. Fatwa sebagai tokoh yang sangat konsisten. Sulit dicari tokoh seperti A.M. Fatwa. Tokoh sekarang didekati saja sudah berubah,� kata Jusuf Kalla.
Fatwa laki-laki kelahiran Sulawesi Selatan 12 Februari 1929 ini kini terpilih sebagai anggota DPD RI mewakili Propinsi Jakarta. Mantan Wakil Ketua DPR RI ini adalah aktivis Partai Amanat Nasional. Ia dulu dikenal sebagai mubalig keras yang sempat meringkuk di penjara Orde Baru selama 12 tahun sejak tahun 1984.
