Tak bisa dimungkiri bahwa Alquran adalah bacaan mulia. Ia menjadi sumber inspirasi yang menggerakkan harmoni kehidupan alam raya. Alquran menurut Wakil Ketua MPR-RI, AM Fatwa tidak hanya berbicara tentang surga (dunia metafisik), tapi juga tata interaksi antarsesama umat manusia (dunia empirik). ”Pada titik ini Alquran merupakan mediasi dunia metafisik yang sakral dan absolut dengan realitas empirik yang profan dan partikular,” kata Fatwa dalam pernyataannya yang dikirim ke Republika, Rabu (16/7). Fatwa berpendapat, hal inilah yang menjadikan Alquran tetap eksis dan diakui kualitasnya tidak hanya oleh kalangan umat Islam, tapi juga oleh para intelektual Barat yang notabene non Muslim. Bacaan mulia kedua adalah hadis. Ia merupakan rujukan yang bersumber langsung dari perkataan (aqwal), perbuatan (af’al), dan persetujuan (taqrir) Rasulullah Saw.
