Feb

AM Fatwa Minta Penahanan Kader PAN Maling Motor Ditangguhkan

Selasa, 17 Februari 2009 | 16:02 WIB

TEMPO Interaktif ,  Jakarta: Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat AM Fatwa mengunjungi Kantor Kepolisian Sektor Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (17/2). “Kalau bisa kami minta penangguhan penahanan,” ujarnya usai bertemu Kepala Polsek Komisaris P Simarmata.
Menurutnya, dia hanya mengunjungi tahanan Hariman Siregar yang juga kader PAN, sekaligus calon legislator untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta. “Bukan campuri materi perkara,” ujar Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN itu.

Simarmata mengatakan tidak akan memberikan penangguhan penahanan. “Karena pencurian motor tergolong kejahatan yang meresahkan,” katanya.

__________________________________________________________

AM Fatwa : Jangan Pilih Pemimpin Peragu
Laporan: Persda Network/ESY
Sabtu, 28 Februari 2009 | 20:43 WITA

JAKARTA, TRIBUN – Wakil Ketua Majelis Permusyarawan Rakyat AM Fatwa menilai orang yang layak memimpin negara harus mandiri, tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

“Jangan selalu sabar jangan takut salah sebab  salah itu  manusiawi tetapi akan salah jika tidak ambil keputusan,” tandas AM Fatwa dalam  diskusi Mencari Pimpinan yang Pro Rakyat di Jakarta, Sabtu (28/2).

Pemimpin masa depan harus mempunyai  sikap patriotik, jiwa nasionalis bersedia berkorban dan rendah hati. “Pemimpin harus cerdas,  selalu dekat dengan rakyat,” ungkapnya.

Pemimpin yang ideal katanya bukan  elite yang hadir secara  instan dengan  jalan pintas tanpa jenjang kepemimpinan. “Umumnya pimpinan instan itu berasal dari  partai politik dicalonkan  karena dia pemimpin parpol yang  berduit,” ungkap Fatwa yang dalam pemilu 2009-2014  maju sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah  mewakili DKI Jakarta.

Ia menilai uang memang tidak bisa diabaikan begitu saja dan tetap diperlukan tetapi  jangan sampai itu dijadikan dasar  untuk  menjadikannya sebagai   pemimpin.

“Pemimpin bisa lahir dari  pendidikan, pelatihan dan pengalaman  berbagai organisasi pemuda, pimpinan parpol atau lembaga masyarakat dan bisa  juga melalui  sistem birokrasi,” ungkapnya. (*)

======================================================

Wakil Ketua MPR AM Fatwa mendapatkan penghargaan dari Presiden Iran

Wakil Ketua MPR AM Fatwa mendapatkan penghargaan pejuang anti kezaliman dari pemerintah Iran. Penghargaan itu diberikan sesuai keputusan kabinet Iran terhadap orang asing yang berjuang di negaranya masing-masing.

Wakil Ketua MPR AM Fatwa mengaku sebelum berangkat ke Iran tidak diberitahukan tentang penghargaan itu. Dan pemerintah Iran memberikan penghargaan pejuang anti kezoliman karena telah mempelajari riwayat hidupnya.

Penghargaan ini langsung diberikan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada tanggal 29 Januari 2009 di Teheran saat perayaan 30 tahun Revolusi Islam Iran.

Selain itu, ada sembilan orang dari berbagai negara di dunia yang juga mendapatkan penghargaan serupa. Diantaranya, Buntu Hulunisa dari Afrika Selatan, Muhammad Dursunki dari Bulgaria, Mohammad, Khazaal Fadhil, Jabar Khasam Munkhansaad dari Irak dan Shamir Qantar, Sheikh Abdol, Karim Obaid dan Mostafa Addirani dari pejuang Hizbullah, Lebanon.

======================================================

Menhan Terima AM. Fatwa
Selasa, 26 Februari 2008

Jakarta, DMC – Menhan RI Juwono Sudarsono, Selasa (26/2), menerima kunjungan kehormatan AM. Fatwa dan rombongan di kantor Dephan, Jakarta.  Dalam kunjungan ini AM. Fatwa memohon kesediaan Menhan untuk menjadi keynote speech dalam peluncuran buku terbarunya di Lemhannas pada bulan April 2008. Turut hadir mendampingi Menhan yaitu Kabalitbang Dephan Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, M.Sc., Phd dan Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Agama Prof. DR.H.M.Bambang Pranowo. (ER/HSM)

=====================================================
[L] OBT – AM Fatwa … Aji Mumpung Wakil Parpol
From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Wed Feb 06 2002 – 11:04:37 EST

From: “O’sama bin Titan”
To: apakabar@radix.net
Subject: AM FATWA…AJI MUMPUNG Wakil Parpol.
Date: Wed, 06 Feb 2002 09:07:17 +0700

AM FATWA sebagai jurtul alias juru tulis petisi 50 nya Ali Sadikin Cs, pakai
aji mumpung. Ada pihak yang protes, di kala ekonomi bangsa terseok dan
presidennya menghibaua sikap ekonomis-hematis-dan menghidnarakn acara pesta
super mhal mka ia belagak pilon.

Aji mumpung….mumpung negara belum bubar dan kapan lagi makan dan hidup
enak, go to hell caranya bagaimana seperti kebanyakan sikap dan pemikiran di
otak para anggota Wakil Parpol di DPR RI.

Mumpung ada hajatan (bukan buang hajat) maka kapan lagi menerapkan teori
ORBA yg pernah menggilasnya……..KKN. Kedudukan di DPR sebagai mitra
perhubungan dan telekomunikasi gunakanlah untuk kepauasan hajatnya. Maka
kucuran duwit pun ditenagrai mengalir dari kantong-kantong indosat dna
telkom….membiaya hajatan yang menjadi hura-hura diatas penderitaan rakyat.

Teori Mumpung……memang masih berkecamuk di negara Indonesia
Buah reformasi memang hanya melengserkan Suharto pribadi
Tetapi nyali dan semangat KKN belum tersentuh sama sekali
Dari Birokrasi Pemerintah, meluber (spill over) menjelajah wilayah
Legistalif alias Dewan Perwkilan Parpol RI di senayan dan anak cabangnya di
daerah-daerah.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.