Rabu, 16 April 2008 | 11:10 WIB
JAKARTA, RABU – Politisi yang juga Wakil Ketua MPR AM Fatwa menyatakan, sadar bahwa dirinya tak punya “potongan” dan “jahitan” untuk mencalonkan diri dalam bursa calon presiden ataupun calon wakil presiden.
Hal itu diutarakannya pada Peluncuran Buku dan Website sebuah lembaga yang didirikannya, The Fatwa Center (tFC) di Gedung Lemhanas, Jakarta, Rabu (16/4). Ditegaskan Fatwa, pendirian lembaga tersebut bukanlah didasarkan atas ilusi jangka pendek. Sebuah sangkaan yang menurutnya mungkin saja muncul menjelang Pemilu 2009 mendatang.
“Saya merasa tidak mumpuni dan tidak punya potensi untuk lembaga seperti itu, dengan segala konsekuensinya, terutama pembiayaan. Juga ada kekhawatiran, jangan sampai saya disangka punya keinginan atau ilusi politik jangka pendek, misalnya untuk berusaha masuk dalam bursa capres-cawapres. Padahal, saya benar-benar menyadari bahwa diri saya tidak punya potongan dan “jahitan” untuk itu,” papar Fatwa dihadapan sejumlah pejabat negara, diantaranya Menhan Juwono Sudarsono, Menkominfo M. Nuh dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid
.Dorongan untuk mendirikan tFC awalnya didapatkan mantan narapidana politik itu dari seorang seniman yang tidak terkenal dan tak dikenalnya. Sang seniman, cerita dia, memberikan gagasannya bahwa lembaga center lazim dan wajar didirikan oleh politisi, baik di level daerah maupun nasional. Selain itu, dukungan juga diperolehnya dari mantan anggota KPU Chusnul Mar’iyah, pengamat politik dan militer Prof. Salim Said dan mantan Presiden BJ Habibie.
“Tokoh penting yang saya temui untuk meminta nasihat adalah mantan Presiden RI ke-4 Prof. Dr. BJ Habibie. Beliau menyambut hangat dan sangat memujikan rumusan lembaga ini, meski menurutnya perlu perjuangan berat dengan berbagai tantangan untuk mewujudkannya, dengan menunjukkan The Habibie Center yang didirikannya 10 tahun lalu,” ungkap Fatwa.
Lembaga yang bermotto Membangun Negara-Bangsa dengan Moral dan Etika itu, didirikan Fatwa 10 Januari 2008. Kajiannya meliputi bidang politik, demokrasi dan kemanusiaan. Mengikuti perkembangan, Fatwa pun melengkapi lembaganya dengan sebuah website www.thefatwacenter.com. (ING)
