Oleh: Wakil Ketua MPR-RI, A.M. Fatwa
Ledakan bom di Jakarta baru-baru ini sangat memprihatinkan dan harus dikutuk karena merupakan kejahatan kemanusiaan dan perbuatan tidak beradab. Orang akan mengkaitkan pelakunya adalah kelompok Islam bahkan bisa menggeneralisasikan bahwa agama Islam mengandung ajaran kekerasan.
Memang ada orang yang berusaha menyesatkan dan memberi citra negatif terhadap Islam. Contohnya, penggambaran Nabi Muhammad SAW dengan memakai sorban bom di dalam karikatur yang dimuat koran Jyllaands-Posten Denmark pada tanggal 3o September 2005, yang juga dimuat di media massa Norwegia dan Perancis France Soir pada Januari 2006. Kemudian dimuat kembali oleh media massa di Denmark, Swedia, Belanda, dan Spanyol pada bulan Februari 2007. Pada bulan Maret 2008 beredar film Fitna yang dibuat oleh Geert Wilders (Belanda) yang melukiskan Al Qur’an sebagai sumber kekerasan.
Sekelumit contoh tersebut dapat diperkirakan dan dilihat dari beberapa sudut pandang. Pertama, mereka memang sengaja ingin menyudutkan dan membuat citra negatif Islam dengan memberi gambaran bahwa Islam mengajarkan kekerasan, radikalisme, dan terorisme, yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap hegemoni Barat. Kedua, mereka tidak mengetahui dan tidak mau tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Ketiga, memang ada orang Islam yang melakukan kekerasan dan atau terorisme sebagai akibat pemahaman dan pengaruh yang tidak benar terhadap Islam atau memang menyelewengkan ajaran Islam demi kepentingannya.
Untuk itu, kiranya perlu digambarkan sedikit tentang ajaran Islam agar dapat dipahami bahwa kekerasan dan terorisme tidak compatible dengan Islam. Islam adalah agama perdamaian yang memiliki misi sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ’alamin), yang bisa untuk menyiram berbagai kebudayaan, etnis, bahkan religi yang sudah diterima sebagai peradaban. Ajaran Islam mengharuskan toleransi dan sikap moderat (tasamuh dan tawasuth), menghargai perbedaan, dan mengajak untuk mewujudkan suatu tatanan kehidupan yang harmonis. Ajaran Islam bersifat sejuk, teduh, damai (as-salam),adil (’adalah), kasih sayang, toleran. Islam mengajarkan adanya keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhannya (hablum minallah) dan hubungan antara manusia dan manusia (hablum minan-nas).
Nabi Muhammad SAW sudah mencontohkan dalam kehidupannya, dan melalui Piagam Madinah yaitu suatu perjanjian hidup bersama secara damai antar golongan dan berbagai suku serta komunitas yang ada. Jadi, apa yang digambarkan oleh sementara orang Barat seperti disebutkan dalam contoh di muka tidak beralasan dan tidak benar. Presiden AS Obama saja dalam pidatonya di Mesir pada bulan Juni 2009 yang baru lalu memuji Islam sebagai agama yang sangat menghormati agama lain. ”Islam memiliki sebuah tradisi toleransi yang patut dibanggakan,” katanya. Obama juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dunia agar menghapus image Islam sebagai agama yang radikal. Ia mengatakan, pada hakekatnya Islam tidak mengenal kekerasan. Ironisnya, satu jam setelah Obama berpidato, masjid Islamic Center Cypress California dicoreti oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang berbunyi ”Kami akan membunuh kalian semua dan militer AS akan membunuh kalian semua.” Polisi yang datang langsung menghilangkan coretan itu. Dari kejadian tersebut sangat jelas bahwa ancaman itu bukan dari orang Islam, tetapi dari orang non-Muslim yang tersesat dan benci terhadap Islam yang memiliki kecenderungan mengusung kekerasan.
Menggeneralisasikan orang Islam dan ajaran Islam sebagai ajaran kekerasan sungguh tidak adil dan tidak benar. Jika ada orang Islam terlibat terorisme, maka orang-orang itu tidak mewakili Islam. Mereka tidak memahami Islam secara utuh dan benar, bisa juga mereka salah menafsirkan ajaran Islam. Mungkin juga mereka memahami Islam secara sepotong-potong yang digunakan sebagai dalih tindakan egoismenya. Tindakan teror kekerasan segelintir orang Islam yang membawa- bawa agama Islam harus dilawan demi kebenaran ajaran Islam dan kebenaran Islam akan tidak bisa terkalahkan. Islam tidak mengajarkan untuk mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara, apalagi dengan teror bunuh diri, karena bunuh diri itu dalam Islam tidak dibenarkan, dan merupakan dosa yang tak terampuni.
Menyikapi kejadian-kejadian seperti disebutkan terdahulu, umat Islam dan seluruh masyarakat harus lebih aktif membantu aparat keamanan untuk mencegah dan menuntaskan pengusutan terhadap teroris. Para ulama juga perlu meningkatkan dakwahnya dengan menyampaikan ajaran Islam yang benar, komprehensif dan dalam kerangka kebhinekaan kehidupan nasional bangsa. Hal ini penting disadari, karena kita yang hidup di alam kemerdekaan ini merupakan hasil pengorbanan para syuhada, karena itu berkewajiban menjaga dan merawat persaudaraan bangsa dalam bingkai NKRI sebagai rahmat dari Allah SWT. Ini merupakan tantangan umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia.
Dalam upaya mewujudkan rekonsiliasi AS dengan dunia Islam, Obama juga harus menunjukkan komitmen dan konsistensinya secara nyata demi membangun dunia yang lebih damai, sejahtera, dan beradab, atas dasar nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan dan keadaban, demokrasi, dan keadilan. Hal ini merupakan tantangan yang tidak ringan dengan komunitasnya yang sudah cukup lama menderita islamophobia dan narcisisme. Perlu pemahaman yang holistik bahwa Islam itu damai, penuh kasih, termasuk dengan kaum non-muslim yang tidak memusuhi atau memerangi Islam.
Filed under: Uncategorized
